MENTAL HEALTH AWARENESS "Resiliensi Hakim dan Aparatur Peradilan Agama dalam Menghadapi Tekanan Psikologis dan Kompleksitas Perkara"

Tolitoli, 13 Mei 2026 — Bertempat di Ruang Media Center Pengadilan Agama Tolitoli, Yang Mulia Ketua Pengadilan Agama Tolitoli, Ali Akbarul Falah, SHI.M.H., bersama para hakim serta jajaran aparatur Pengadilan Agama Tolitoli mengikuti kegiatan Zoom Meeting yang diselenggarakan oleh Subdit Pengembangan Ditjen Badilag Mahkamah Agung Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut mengangkat tema yang sangat relevan dan krusial bagi lingkungan peradilan modern, yakni:
🌟 MENTAL HEALTH AWARENESS : “Resiliensi Hakim dan Aparatur Peradilan Agama dalam Menghadapi Tekanan Psikologis dan Kompleksitas Perkara”
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk perhatian serius Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama terhadap kondisi psikologis para hakim dan aparatur peradilan agama di seluruh Indonesia. Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, aparatur peradilan tidak hanya dituntut untuk profesional dan berintegritas, tetapi juga harus mampu menjaga stabilitas emosional serta kesehatan mental di tengah tingginya beban pekerjaan dan dinamika perkara yang semakin kompleks.
Dalam suasana yang penuh khidmat dan antusias, seluruh peserta dari Pengadilan Agama Tolitoli mengikuti rangkaian materi yang disampaikan oleh narasumber bapak Prof. (H.C.) Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian, dengan seksama. Tema mengenai kesehatan mental dinilai sangat penting, mengingat hakim dan aparatur peradilan kerap berhadapan dengan tekanan psikologis, penyelesaian konflik rumah tangga, sengketa hak asuh anak, persoalan ekonomi keluarga, hingga berbagai persoalan sosial lainnya yang membutuhkan ketelitian, empati, dan kebijaksanaan dalam penanganannya.
Kegiatan Zoom Meeting ini juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan resiliensi atau daya lenting mental dalam menghadapi tantangan pekerjaan. Resiliensi menjadi kemampuan utama yang harus dimiliki oleh setiap hakim dan aparatur agar mampu bangkit dari tekanan, mengelola stres dengan baik, serta tetap menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat pencari keadilan.
Selain menjadi sarana peningkatan wawasan, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh peserta untuk semakin peduli terhadap kesehatan mental, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan kerja. Dengan mental yang sehat dan kuat, diharapkan pelayanan peradilan kepada masyarakat dapat terus berjalan secara maksimal, humanis, dan berkeadilan.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, Pengadilan Agama Tolitoli kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembinaan sumber daya manusia yang berkualitas, profesional, dan berintegritas, sejalan dengan semangat mewujudkan badan peradilan yang agung.

